Selasa, 20 Januari 2015

Jodoh Hadits 6

Syarah Hadits ke-6
Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum, LC

بسم اللّه. الْحَمْدَ لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا. أما بعد.

قَدْ قَالَ رسول الله صلّى اللّه عليه وسلّم اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

Agama adalah nashihat.

Hadits ini hadits shahih yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya. Yang Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menyatakan tentang  اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ (Agama adalah nashihat). Yang ini menunjukkan bahwa agama merupakan pokok yang agung, bahwa nashihat adalah pokok yang agung dari agama ini sebagaimana dalam hadits yang lain ketika Rasulullah bersabda :

اَلْحَجُّ عَرَفَةٌ

Bahwasanya wukuf di arofah adalah perkara yang sangat penting di saat haji. Bahkan rukun haji, bahkan syarat sah haji.

Kemudian juga hadits ini menunjukkan tentang pentingnya annashihat yang merupakan pokok dari agama. Yang Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menyatakan اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ, yaitu bahwasanya agama adalah nashihat. Yang juga menunjukkan bahwa agama dibatasi dengan nashihat sebagaimana hadits ini, merupakan hashr bahwa اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ.

Kemudian tentang makna nashihah, disebutkan oleh para ulama bahwa:

النَّصِيحَةُ كَلِمَةٌ جَامِعَةٌ مَعْنَاهَا حِيَازَة الْحَظِّ لِلْمَنْصُوحِ لَهُ.

Nashihah adalah kalimat yang menyeluruh maknanya, yaitu memberikan bagian kebaikan kepada orang yang dinashihati.

Yang disebut nashihat adalah إِرَادَةُ الْخَيْرِ لِلْمَنْصُوحِ لَهُ yaitu niat atau itikad baik kepada orang yang dinashihati.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda اَلدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ (agama adalah nashihat). Ketika ditanyakan kepada Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم:

 لِمَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : " لِلَّهِ ، وَلِكِتَابِهِ ، وَلِرَسُولِهِ ، وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ " .

Bagi siapakah nashihat itu wahai Rasulullah? Maka Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda: Nashihat adalah untuk Allah, untuk kitabNya, untuk RasulNya, untuk para pemimpin kaum muslimin dan umumnya atau rakyat yang ada dari kaum muslimin.

Maka nashihat yang diwajibkan yang merupakan pokok agama yang diwajibkan atas setiap mukmin adalah meliputi nashihat kepada Allah, kepada kitabNya, kepada RasulNya, kepada pemimpin kaum muslimin dan kaum muslimin secara umum.

Nashihat kepada Allah adalah dengan mengimani Allah سبحانه وتعالى, mengimani kepada Allah di dalam rubbubiyyahNya, di dalam uluhiyyahNya, di dalam nama-nama dan shifatNya. Kemudian juga melaksanakan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, menjauhi segala larangan Allah سبحانه وتعالى. Mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah-ibadah, mendekatkan diri padaNya.

Nashihat kepada kitabullah adalah dengan mengimani bahwa dia adalah kitabullah yang benar, yang merupakan petunjuk kepada seluruh manusia.

Nashihat kepada Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم adalah mengimani kenabiannya, bahwa dia adalah Rasulullah, utusan Allah pada seluruh manusia, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, membenarkan beritanya dan juga membela agamanya.

Kemudian nashihat kepada pemimpin kaum muslimin adalah dengan menashihati mereka dalam kebaikan, kemudian juga bersabar atas mereka, menta'ati mereka di dalam keta'atan kepada Allah سبحانه وتعالى. Dan juga tidak memberontak kepada mereka dengan lisan ataupun dengan perbuatan.

Kemudian nashihat kepada seluruh kaum muslimin secara umum adalah memberikan nashihat kepada mereka dengan mengajak mereka kepada kebaikan, melarang mereka dari kejelekan, mengajari kebaikan kepada mereka, kemudian juga menjaga diri dari mengganggu mereka. Dan juga memberikan kebaikan kepada mereka, maka itulah nashihat yang kepada kaum muslimin secara umum.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, maka hadits ini hadits yang agung, yang menunjukkan pentingnya nashihat menashihat, yang merupakan pokok dari agama.

Maka disebutkan bahwa barangsiapa yang tidak melakukan nashihat ini maka ada kekurangan di dalam agamanya.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, yang hadits ini menunjukkan bahwasanya annashiihah disebut diin, disebut agama. Sebagaimana dalam hadits ini yang menunjukkan bahwa nashihat adalah wajib. Maka setiap mu'min, setiap muslim sesuai dengan kemampuannya.

Ini juga datang dari hadits yang shahih bahwa Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم:

وَإِذَا اسْتَنْصَحَك  فَانْصَحْه

Jika seseorang dari kalian meminta nashihat pada saudaranya, maka hendaknya saudaranya ini memberikan nashihat kepadanya.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, maka marilah kita semua berupaya untuk melaksanakan nashihat kepqda Allah سبحانه وتعالى, kepada kitabullah, kepada RasulNya, kepada pemimpin kaum muslimin dan kepada seluruh kaum muslimin.

Sesuai dengan pengamalan hadits ini yang diperintahkan oleh Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم.
Semoga Allah سبحانه وتعالى selalu memberikan taufiq kepada kita untuk bisa melaksanakan petunjuk Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم, bisa melaksanakan perintah Allah سبحانه وتعالى untuk bisa memberikan nashihat kepada siapa saja yang kita diperintahkan, yaitu kepada Allah سبحانه وتعالى, kepada kitabNya, kepada rasulNya, kepada pemimpin kaum muslimin dan seluruh kamu muslimin secara umum.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, maka semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan petunjuk kepada kita, kepada seluruh kebaikan dan menjauhkan kita dari segala macam kejelekan, menjadikan kita orang-orang yang diberi petunjuk, menjadikan kita orang-orang yang mengikuti, mendengarkan dari ucapan-ucapan yang kita ikuti kebaikan tersebut.

Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan kebaikan kepada kita semua.

و آخر دعونا، الحمد لله رب العالمين.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته.

https://www.dropbox.com/s/azauuc620v1cg9e/Hadits%20ke%206.aac?dl=0

Jodoh Hadits 5

Syarah Hadits ke-5
Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum, LC

بسم اللّه. الْحَمْدَ لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا. أما بعد. 

قَدْ قَالَ رسول الله صلّى اللّه عليه وسلّم اتَّقُوا اللَّهَ وَصِلُوا أَرْحَامَكُمْ 

Bertaqwalah kalian kepada Allah dan sambunglah kekerabatan-kekerabatan kalian. 

Ini adalah hadits yang agung yang datang dari Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم. 

Yang pertama adalah perintah bertaqwa kepada Allah. Kemudian juga Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم memerintahkan kepada kita semua agar menyambung hubungan kekerabatan kita semua. 

Dan silaturrahim atau menyambung hubungan kekerabatan adalah berbuat kebajikan kepada orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kita. Yang disebutkan oleh para ulama bahwa arrahim adalah qaraabah. 

Rahim seseorang adalah kerabat-kerabatnya. Yang ini meliputi kerabat seorang, baik dari arah bapaknya atau dari arah ibunya. Yang dihubungkan dari kerabat tersebut dari arah keluarga bapak dan keluarga ibunya, itulah kerabat seseorang yang Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kita semua untuk menyambung hubungan kekerabatan, bersilaturrahim (silaturrahim yaitu menyambung hubungan kekerabatan) yang diperintahkan oleh Allah سبحانه وتعالى. 

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم telah memerintahkan kepada kita agar kita bertaqwa kepada Allah dan menyambung hubungan kekerabatan. Dan juga di dalam hadits yang lain, bahwasanya Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم ditanya oleh seorang shahabat yang bernama Zaid AlAnshari yang beliau bertanya kepada Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم tentang suatu amalan yang memasukkan dia kedalam surga dan menjauhkan dari neraka. Maka Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menjawab: 

تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ 

Engkau beribadah kepada Allah dan tidak berbuat kesyirikan kepada Allah sedikitpun dan engkau menegakkan shalat dan engkau menunaikan zakat dan engkau menyambung hubungan kekerabatan. 

Yang hadits ini menunjukkan beberapa hal yang bisa menjauhkan dari neraka. Menjauhkan dari neraka dan memasukkan ke surga diantaranya adalah silaturrahim yang Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم menjadikan dalam hadits ini bahwa silaturrahim termasuk sebab-sebab yang memasukkan orang ke dalam surga dan menjauhkan dari neraka. 

Yang setiap manusia selalu berupaya untuk selamat dari neraka dan masuk surga. Karena barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga sungguh mendapat keberuntungan dari Allah سبحانه وتعالى. Yang Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم khabarkan sebab yang memasukkan seseorang ke dalam surga adalah yang pertama beribadah kepada Allah dan tidak berbuat kesyirikan, menegakkan shalat dan menunaikan zakat dan menyambung hubungan kekerabatan. 

Yang menyambung hubungan kekerabatan adalah sesuai dengan yang dikenal oleh manusia karena syari'at tidak menyatakan secara jelas tentang kriteria silaturrahim maka dikembalikan kepada kebiasaan dari kaum muslimin yang mereka menyambung kekerabatan selama itu dikatakan sebagai silaturrahim maka itulah yang masuk ke dalam perintah Allah سبحانه وتعالى. Dan kapan disebut-sebut seorang meninggalkan atau memutus hubungan kekerabatan maka itulah yang termasuk memutus kekerabatan. 

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, maka hendaknya kita semua menjaga diri kita dari api neraka dengan cara menyambung hubungan kekerabatan dan berupaya sekuat mungkin agar tidak memutus hubungan kekerabatan ini yang akan bisa memasukkan kita kedalam neraka. 

Dan sebagaimana telah kita sebutkan tadi bahwasanya cara silaturrahim ini adalah sesuai dengan kebiasaan yang berlaku dan Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menyatakan ketika seseorang berbuat kebajikan kepada kerabatnya maka dia telah menyambung hubungan kerabatnya. Entah dengan cara dia berupaya mengunjunginya,  melihat kondisinya, memberi kebaikan, memberi shadaqah kepadanya, membantunya, apa yang dibantu adalah sifatnya silaturrahim dan bahkan Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menyatakan bahwa shadaqah kepada kerabat ini 2 nilainya. Disebut sebagai shadaqah sekaligus sebagai shilah, yaitu yang disebut sebagai bisa menyambung hubungan kekerabatannya. 

===
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,

“الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ، وَهِيَ عَلَى ذِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ؛ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ”.

“Sedekah terhadap kaum miskin (berpahala) sedekah. Sedangkan sedekah terhadap kaum kerabat (berpahala) dobel; pahala sedekah dan pahala silaturrahim”. HR. Tirmidzi dari Salman bin ‘Amir. At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan.
===

Ini menunjukkan bahwa diantara amalan-amalan kebaikan atas seluruh amal kebaikan adalah ketika dilakukan pada kerabat maka itulah silaturrahim bagi dirinya. 

Demikian juga ketika seorang meninggalkan kebaikan dan bahkan memutus hubungan maka dia termasuk memutus dari hubungan kerabatnya yang dilarang oleh Allah سبحانه وتعالى. 

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, demikianlah Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم memerintahkan kita bertaqwa kepada Allah dan menyambung hubungan kekerabatan yang dengan silaturrahim inilah Allah akan menjaga kita dari api neraka. Dan juga banyak sekali nash-nash dari hadits Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم yang menyatakan keutamaan dari silaturrahim yang diantaranya bisa melanggengkan rizki kemudian juga akan bisa memperpanjang umur, sebagaimana hadits yang shahih dari Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم. 

===
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ؛ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ”.

“Barang siapa menginginkan untuk diluaskan rizkinya serta diundur ajalnya; hendaklah ia bersilaturrahim”. HR. Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik.
===

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, semoga Allah selalu memberikan ketaqwaan kepada kita semua dan selalu memberikan taufiq kepada kita untuk bisa menyambung kekerabatan silaturrahim yang diperintahkan Allah سبحانه وتعالى, agar kita termasuk orang-orang yang mendapat kebaikan dari Allah yang dido'akan kebaikan oleh Rahim sebagaimana hadits yang shahih bahwasanya ArRahiim Dia bergantung di 'Arsy yang menyatakan: 

مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ

Barangsiapa yang menyambung nya maka dia menyambungnya dan barang siapa yang memutusnya maka Allah memutusnya. 

Semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita orang-orang yang selalu silaturrahim dan menjauhi segala bentuk yang dilarang oleh Allah termasuk juga memutus hubungan kekerabatan. 

و آخر دعونا، الحمد لله رب العالمين. 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته. 

https://www.dropbox.com/s/2m1o4accd26l4j0/Hadits%20ke%205.aac?dl=0

Jodoh Hadits 4

Syarah Hadits ke-4
Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum, LC

بسم اللّه. الْحَمْدَ لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا. أما بعد.

قَدْ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صلّى اللّه عليه وسلّم اتَّقُوا الظُّلْمَ ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Jauhilah kezhaliman karena sesungguhnya kezhaliman adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.

Ini adalah hadits yang shahih, yang agung dari Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم yang menyatakan pada kita agar menjauhi segala macam kezhaliman karena setiap kezhaliman akan menjadi kegelapan bagi pelakunya pada hari kiamat disaat dia sangat membutuhkan cahaya pada hari kiamat, yang cahaya dari Allah سبحانه وتعالى diberikan Allah kepada siapa yang dikehendaki kepada setiap mukmin yang akan mendapat cahaya pada hari kiamat sesuai dengan keimanannya. Dan jika dia melakukan kezhaliman maka akan berkurang cahayanya sesuai dengan kezhaliman yang dia dilakukan.

Dan sungguh pada hari kiamat manusia sangat butuh kepada cahaya. Bagaimana ketika dia berjalan di atas shirath yang membentang antara surga dan neraka, yang shirath ini disebutkan zhulmatun zhulmah (sangat gelap sekali), yang berjalan dibawahnya ada neraka, yang shirath ini lebih tajam dari pedang, lebih lembut dari rambut, yang seorang sangat membutuhkan cahaya waktu itu.

Ketika seseorang berbuat kezhaliman maka menjadi kegelapan baginya pada hari kiamat disaat dia sangat membutuhkan cahaya dari Allah سبحانه وتعالى.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, azh zhulmu secara bahasa adalah

 الظلم هو وَضْعُ الشَّيْءٍ فِيْ غَيْرِ مَضْعِهِ.

Meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya.

Yaitu dengan menguranginya atau menambahnya atau berpaling dari waktu yang ditentukan, atau tempatnya. Demikian juga bisa dikatakan zhulum adalah melampaui batas, yang juga dinyatakan ketika seorang melakukan kezhaliman adalah melakukan kekurangan pada dirinya. Dan kekurangan ini bisa dengan dia melanggar apa yang seharusnya dia tidak boleI dilakukan atau dengan dia sembrono di dalam perkara yang wajib dia lakukan.

Maka kezhaliman berkisar pada 2 perkara yaitu meninggalkan yang wajib atau melakukan perkara yang diharamkan oleh Allah سبحانه وتعالى.

Kemudian kezhaliman ada 2 macam; yang pertama berhubungan dengan hak Allah عزّوجلّ, yang kedua adalah kezhaliman yang berhubungan dengan hak makhluk. Dan zhalim yang paling besar, yang paling berbahaya adalah ketika berhubungan dengan hak Allah عزّوجلّ, dengan mempersekutukan Allah dengan yang lainnya.

Sebagaimana sabda Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم ketika ditanya أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ? Dosa manakah yang paling besar? Maka Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ.

Engkau menjadikan tandingan bagi Allah dalam keadaan Allah telah menciptakanmu.

Kemudian yang berikutnya, adalah kezhaliman yang berhubungan dengan dosa-dosa besar, kemudian yang berikutnya kezhaliman dalam dosa-dosa kecil.

Adapun kezhaliman yang berhubungan dengan hak para hamba (hak manusia) berkisar pada 3 perkara yang dijelaskan oleh Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم dalam khutbah Beliau pada haji Wada' yang beliau bersabda:

إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا

Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian dan kehormatan-kehormatan kalian haram atas kalian seperti keharaman pada hari ini ( yaitu hari Nahr), di bulan kalian ini (kehormatan bulan Dzulhijjah) dan di negeri kalian ini (yaitu negeri Mekkah).

Yang kezhaliman pada harta seorang mu'min, darah seorang mu'min dan kehormatan seorang mu'min lebih diharamkan daripada keharaman dari bulan haram dan juga hari Nahr dan keharaman dari Mekkah.

Kemudian kezhaliman yang berhubungan dengan assalah annafs, atau kepada darah yang jika seseorang melampaui batas seperti yang lain dan menumpahkan darahnya atau melukainya atau yang semisalnya, ini termasuk kezhaliman yang dilakukan atas darah.

Kemudian kezhaliman di dalam harta adalah ketika seseorang melanggar hak harta orang lain dengan cara mengambilnya, dengan cara yang tidak benar atau dengan dia menghalangi hak orang lain dalam harta yang seharusnya dia berikan yakni termasuk kezhaliman dalam harta.

Adapun kezhaliman dalam kehormatan adalah meliputi kezhaliman kepada orang lain dengan berzina, dengan liwath, atau dengan menuduh seorang berzina dan yang semacamnya.

Dan setiap kezhaliman diatas, diharamkan oleh Allah سبحانه وتعالى dan seorang yang menzhalimi (seseorang yang berbuat zhalim) tidak ada yang bisa menolongnya pada hari kiamat.

Allah berfirman dalam kitabNya:

مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ

Tidak ada bagi orang zhalim, dari orang (teman) yang dekat dengan dia yang bisa membantunya atau seseorang yang bisa memberi syafa'at yang dita'ati bagi dirinya. (AlGhafir 18)

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, dalam hadits ini Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

اتَّقُوا الظُّلْمَ ، فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Jagalah diri kalian, awaslah, hati-hatilah dari kezhaliman. Yaitu jagalah diri kalian jangan sampai kalian berbuat zhalim karena kezhaliman adalah merupakan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.

Di hari kiamat tidak ada cahaya kecuali cahaya dari Allah سبحانه وتعالى, barangsiapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, tidak ada cahaya bagi dirinya.

Yang seorang muslim akan mendapat cahaya dari Allah sesuai dengan kadar dia selamanya. Akan tetapi kalau dia berbuat zhalim maka dia akan dikurangi dari cahayanya sesuai dari kezhalimannya.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, termasuk kezhaliman yang mungkin banyak dilakukan oleh saudara kita kaum muslimin, kita semua adalah ketika seseorang yang mampu untuk membayar hutang kemudian dia tidak mau membayarnya, dia termasuk matruk ghaniy, yang termasuk kezhaliman dalam sabda Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم.

Marilah kita semua menjauhi segala macam kezhaliman, dan termasuk kezhaliman adalah zhulman insaani linafsi (kezhaliman seseorang pada dirinya) yaitu dengan berbuat kemaksiatan yang selayaknya dia berbuat keta'atan kemudian menzhalimi dirinya dengan berbuat kemaksiatan, yang ini akan menjerumuskan dia ke dalam neraka.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم juga bersabda dalam haditsnya yang lain bahwasanya

اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

Jauhilah, cegahlah kalian dari do'a orang yang dizhalimi karena tidak ada diantara do'a orang yang dizhalimi dengan Allah tirai/penutup.

Ini menunjukkan bahwasanya seorang yang dizhalimi mendo'akan orang yang menzhalimi akan dikabulkan oleh Allah, maka selayaknya, sepantasnya wajib atas kita untuk menjauhi segala bentuk kezhaliman kepada siapapun terutama kepada Allah سبحانه وتعالى dan juga kepada seluruh manusia.

Semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita orang-orang yang menjauh dari segala bentuk kezhaliman dan semoga Allah memasukkan kita ke dalam orang-orang yang melakukan keta'atan kepada Allah سبحانه وتعالى.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

https://www.dropbox.com/s/pdsbub9yrmle8sv/Hadits%20ke%204.aac?dl=0