Tampilkan postingan dengan label WA Dakwah Jalyat Unaiza-Indo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WA Dakwah Jalyat Unaiza-Indo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Januari 2015

PENGARUH ISTRI TERHADAP PEKERJAAN SUAMI

Dari Kholid bin Yazid, ia berkata : Hasan al-Bashri رحمه الله تعالى berkata:

"Aku datang kepada seorang pedagang kain di Makkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan, "Tidaklah layak beli dari orang semacam itu", lalu aku pun beli baju dari pedagang yang lain.

Dua tahun setelah itu aku (pergi untuk menunaikan ibadah) haji, dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah. lalu aku bertanya kepadanya : "Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?"

Ia menjawab : "Ya benar!"

Aku bertanya lagi : "Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang?! Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan mu dan (mengumbar) sumpah!"

Lantas ia pun bercerita : "Dahulu aku mempunyai istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rejeki, maka ia meremehkannya, dan jika aku datang kepadanya dengan rejeki yang banyak maka ia (akan) menganggapnya sedikit. Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Yang jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata :

Wahai suamiku, bertakwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku melainkan dengan yang thoyyib (halal), dan jika engkau datang kepadaku dengan sedikit rejeki, aku akan menganggapnya banyak. Dan jika engkau tidak dapat apa-apa, (maka) aku akan membantumu memintal (kain). 

* Al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (V/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan bin Muhammad ad-Dainuri al-Qodhi al-Maliki *


Semoga dari kisah ini dapat diambil pelajaran bagi kita dalam mengarungi hidup berumahtangga.
Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya..

-------------------------------
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no : +966509273346

Senin, 26 Januari 2015

SEPENGGAL KISAH DI BAWAH LANGIT TURKY

Di dalam buku hariannya Sultan Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepada kepala pengawal: "Mari kita keluar sejenak.

Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan dimalam hari dengan cara  menyamar.

Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka disebuah lorong yang sempit. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.

Sultanpun memanggil mereka, mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: "Apa yang kau inginkan?.
Sultan menjawab: "Mengapa orang ini meningal tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Dimana keluarganya?"

Mereka berkata: "Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzina".

Sultan menimpali: "Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya".

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap: Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah.. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh"
Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget.. Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang mengatakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya".

Sang istri menjawab: "Sudah kuduga pasti akan begini...

Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari dari para penjual sejauh yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawah ke rumah lalu ditumpahkannya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".

Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi".

Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam".

Orang-orangpun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya buah bibir.

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: "Kalau kamu mati nanti, tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu".

Ia hanya tertawa, dan berkata: "Jangan takut, bila aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Auliya".

Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: "Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya".

Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para masyaikh dan seluruh masyarakat.
(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhory dari Mudzakkiraat Sultan Murad IV)

Wallahu a'lam
 
📝 Catatan:

Jangan suka menilai orang lain dari sisi lahiriahnya saja.
Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain.
Terlalu banyak yang tidak kita ketahui..
Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di hatinya.
Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu.
Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai penduduk Jahannam, ternyata penghuni Firdaus yang masih melangkah di bumi.

Ingat...
Diantara hal yang paling banyak membuat orang diseret masuk kedalam neraka adalah karena ulah lisannya...

___________________
Madinah 02/04/1436 H
ACT EL Gharantaly

---------------------------------------
Dicopas dari FB Aan Chandra Thalib
Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Minggu, 25 Januari 2015

Adab-Adab Muslim Ketika Menguap

Syaikh DR. Muhammad bin Abdullah Al-Habdan hafidzahullah dalam twitter nya (@dr_alhabdan) menyebutkan tentang beberapa sunnah atau adab-adab ketika seorang muslim menguap, diantaranya adalah:

  1. Menahannya semampu mungkin
  2. Jika tidak mampu maka letakkanlah telapak tanganmu ke bibirmu..
  3. Rendahkan suara atau lirihkan semampu mungkin..
  4. Dan tidak ada bacaan isti'adzah (doa ta'awudz) pada saat menguap...


Demikian,  mudah-mudahan bermanfaat, wabillahi at-taufiiq

✒ Diterjemahkan oleh: Andri Abdul Halim, Lc حفظه الله تعالى

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

-----------------------
Silsilah nasihat ke - 52
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Tafsir Syaikh As-Sa'di rahimahullah

Berikut Ini adalah Tafsir Syaikh As-Sa'di rahimahullah (Taisir Al-Karim Ar-Rahman fi Tafsir Kalam Al-Mannan).. lengkap, klik pada setiap surat yg anda inginkan...
dalam bahasa Arab

Silahkan klik ke link:

"@abutalha_andri: Tafsir Syaikh Ibn Sa'di, 1 Al-Qur’an lngkap, hnya dgn satu sentuhan pd surat yg di inginkan. Sebarkn
 http://t.co/N6CjcNE0hz"
(https://twitter.com/abutalha_andri/status/559058538509520897)

------------------
Sebarkan, mudah2an bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin..
Raja Saudi Telah Wafat, Kapan Giliran Anda... ? 

✒ Oleh: Dr Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sobat, kematian adalah satu kepastian yang tidak dapat dihindarkan, siapapun bisa saja wafat, kaya, miskin, tua, muda, raja ataupun rakyat jelata.

Banyak orang sibuk mengikuti berita kematian seseorang, tanpa terkecuali ketika raja Saudi Arabia yaitu Raja Abdullah bin Abdul Aziz meninggal dunia. Dunia gempar, ada yang senang dengan kematiannya dan ada pula yang berduka dengan kematianya.

Lebih jauh sebagian orang bertanya: siapakah raja selanjutnya? Kemanakah harta kekayaannya, bagaimanakah keluarganya, dan masih banyak lagi pertanyaan serupa lainnya.

Namun demikian, adakah dari kita yang berkata: Raja Abdullah bin Abdul Aziz telah dijemput oleh malaikat maut, lalu kapan giliran saya ? Sehari lagi? Dua hari lagi atau berapa lama lagi? Seakan kita lalai, sehingga sikap kita mengesankan bahwa kenikmatan, kesehatan, umur kita akan terus dan tiada pernah putus atau habis.

Aneh memang, kita sibuk memikirkan hal hal yang sudah pasti bukan dan tidak bisa kita dapatkan dan juga bukan urusan kita. Namun ternyata kita lupa untuk memikirkan diri kita, hal yang pasti menimpa kita, yaitu kematian yang pasti, cepat atau lambat menjemput kita sebagaimana telah menjemput Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُون
َ
Setiap jiwa pasti merasakan kematian, sedangkan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan juga dengan kebaikan. Dan kepada Kami-lah kalian pasti kembali. (Al Anbiya' 35)

Kini Raja Abdullah bin Abdul Aziz mulai mempertanggung jawabkan seluruh amalannya, dan esok giliran andalah yang juga harus mempertanggung jawabkan amalan anda. Mengapa saat ini seakan anda menjadi malaikat penimbang amalan, dengan menyibukkan diri mengorek dan mengorek amalan Raja Abdullah bin Abdul Aziz namun lalai untuk mengorek amalan anda sendiri?

Tidakkah kita bisa bersikap bijak seperti yang pernah disampaikan oleh Khalifah Umar bin Al Khatthab pada salah satu khutbahnya beikut ini:

حاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا وَزِنُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْل أَنْ تُوزَنُوا ، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ ، يَوْمَ تُعْرَضُونَ لاَ تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ.

Hitunglah amalan kalian sendiri sebelum amalan kalian dihitung (dihisab), dan timbanglah amalan kalian sendiri sebelum amalan kalian ditimbang dan berhiaslah untuk menghadapi hari yang seluruh manusia dihadapkan kepada Allah, padanya kalian akan dihadapkan kepada-Nya tanpa ada yang tersembunyi sedikitpun. (At Tirmizy dan Ibnu Abi Syaibah dll)

Demikian, mudah-mudahan bermanfa'at. Wabillahi at-Taufiiq.

---------------------------
Silsilah nasihat ke - 51
Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Betapa mulianya ahlak yg digambarkan alqur'an

قال ابن عباس في قوله(ويدرءون بالحسنة السيئة):هو الرجل يسب الرجل فيقول الآخر: إن كنت صادقا فغفر الله لي، وإن كنت كاذبا فغفر الله لك [القرطبي] محمد صالح المنجد

Ibnu abbas berkata dalam menafsirkan ayat : Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan (alqasas 54)

maksudnya adalah : seseorang mencela temanya kemudian dia membalas dg ucapan - jika engkau benar semoga alloh mengampuniku dan jika engkau salah semoga alloh mengampuni anda.

Demikian,  wabillahi at-taufiiq

---------------------------
Copas dari Group WA ملتقى الدعاة الى الله
Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Adab Penuntut Ilmu kepada Para Pemilik Ilmu

 'Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata:

"Sesungguhnya diantara hak seorang 'Alim (pemiliki ilmu) adalah:
  • Jangan engkau memperbanyak pertanyaan kepadanya..
  • Janganlah engkau memaksakan dan menyusahkan untuk menjawab (pertanyaanmu)..
  • Jangan engkau merengek jika ia sedang dalam keadaan tidak bersemangat..
  • Jangan engkau tarik bajunya jika ia bangkit untuk berdiri..
  • Jangan engkau sebarkan rahasianya...
  • Jangan engaku menghibahnya dihadapan orang...
  • Jangan engkau mencari-cari kesalahan dan ketergelincirannya..
  • Jika ia salah atau tergelincir maka terimalah udzurnya..
  • Wajib bagimu menghormatinya, mengagungkannya (sesuai kedudukannya, pent) karena Allah, selama ia menjaga perintah-perintah Allah...
  • Dan janganlah engkau duduk di depannya..
  • Serta jika ia memiliki kebutuhan maka jadilah orang pertama diantara para kaum untuk membantunya..."


(Jami' Bayanil ' Ilm wa Fadhlih, 1/156)

Demikian mudah-mudahan bermanfa'at, wabillahi at-taufiiq
✒ Diterjemahkan oleh: Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

------------------------------
Silsilah nasihat ke - 50
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Ayat Ayat yang Dibaca ketika Susah Melahirkan

Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah di tanya tentang: Ayat-ayat yang di baca ketika seorang wanita kesulitan untuk melahirkan...

"Apabila seorang wanita merasa kesulitan untuk melahirkan, maka dia dibacakan ayat-ayat berikut ini (lihat gambar) dan juga surat Al-Zalzalah di air (minum) kemudian wanita tersebut agar meminum sebagian airnya dan sebagian lainnya di usapkan ke bagian perutnya, maka dia akan melahirkan dengan mudah -DENGAN IZIN ALLAH- dan hal ini telah banyak di praktekkan dan Allah ta'ala memberikan manfaat dengan (ayat-ayat tersebut)...

Dan hal ini termasuk dalam makna ayat Allah ta’ala:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ .....(82)

"Dan Kami turunkan al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." (QS.  Al-Israa': 82)

Dan ayat-ayat tersebut adalah:
  1. Surat Ar-Ra'd : 8
  2. Surat Fathir: 11
  3. Surat An-Nahl: 78
  4. Dan surat Al-Zalzalah : 1 - 8


Sebagaimana disebutkan dalam gambar di bawah ini...

Beliau rahimahullah menulis:

"Bismillaahirrahmaanirrahiim,  ayat-ayat yang mulia ini telah banyak dipraktekkan untuk dibacakan pada wanita yang hamil yang kesulitan untuk melahirkan, dan Allah ta'ala memberikan manfaat dengannya.., bisa dengan cara ada seorang wanita lain yang membacanya di dekat wanita hamil tersebut, atau ada seseorang yang membacanya (diatas air minum) lalu wanita hamil tersebut meminum sebagian darinya dan mengusap pada bagian perutnya dengan sebagian air yang lainnya.."

Ditulis oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah,  pada tgl 3/8/ 1414 H.

Demikian mudah-mudahan bermanfa'at,  wabillahi at-taufiiq.
✒ Diterjemahkan oleh: Andri Abdul Halim, Lc حفظه الله تعالى

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

------------------------------
Silsilah nasihat ke - 49
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346
PINTU MENUJU SURGA DI RUMAHMU 

Seorang tabi'in yang mulia Iyas bin Mu'awiyah rahimahullah menangis sejadi-jadinya ketika meninggal salah satu dari orang tuanya, maka dikatakan pada beliau : "Mengapa anda menangis sedemikian rupa" ?

Maka beliau menjawab:

"Tidaklah aku menangis karena kematian, karena yang hidup pasti akan mati... Akan tetapi yang membuatku menangis karena dahulu aku memiliki dua pintu ke surga, maka tertutuplah satu pintu pada hari ini dan tidak akan di buka sampai hari kiamat, aku memohon pada Allah Ta'ala agar aku bisa menjaga pintu yang ke dua...".

Kedua orang tua adalah dua pintu menuju surga, yang kita dapat menikmati bau harumnya setiap pagi dan petang, Rasulullah shallahu alaihi wasallam bersabda:

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوْ احْفَظْهُ
"(Berbakti kepada) Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jika engkau menghendaki sia-siakan pintu itu atau jagalah ia" (HR. Tirmidzi dan di shahihkan syaikh Al-Albani rahimahullah).

Iya, pintu surga yang paling tengah, yang paling indah, yang paling elok...
Maka masihkah engkau sia-siakan pintu itu...?

Bahkan engkau haramkan dirimu tuk memasukinya...? Dengan mengangkat suaramu di hadapannya...? Dengan membentaknya di kala tulang-tulangnya semakin lemah karena di makan usia...

Sementara tubuhmu yang berotot kekar, dahulu telah di basuh kotorannya dengan tangannya yang kini tak bertenaga...

Duhai sungguh ruginya..

Celaka ! Celaka ! Celaka !
Jika kau berani durhaka !

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ )) - رواه مسام -

“Celaka, celaka, dan celaka, (shahabat) bertanya: Siapa ya Rasulullah? : “Siapa yang mendapatkan kedua orang tuanya di masa tua, salah satunya atau keduanya tapi dia tidak masuk surga“ (HR. Muslim).

Ya Allah, berilah kami taufiqMu dan bantulah kami untuk dapat berbakti kepada kedua orang tua kami, dan kumpulkanlah kami bersama mereka di surgaMu..

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

----------------------
Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo (dgn sedikit perubahan dan tambahan)
Ikuti di no: +966509273346
Antara Ilmu dan Harta

Diantara mutiara nasihat salaf...

'Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu berkata:

"Ilmu adalah lebih baik dari pada harta, karena harta, engkaulah yang menjaganya, sedangkan ilmu dialah yang menjagamu..

Harta akan habis dengan dinafkahkan atau dibelanjakan, adapun ilmu maka ia akan semakin bertambah dengan diamalkan atau disampaikan...

Ilmu adalah yang menjadi hakim, sedang harta adalah yang diberlakukan hukum atasnya..

Para penjaga dan pemilik harta telah mati padahal mereka dalam keadaan hidup...

Sedang para pemilik ilmu (baca: Ulama) akan tetap hidup selama dunia masih ada...

Jasad mereka satu persatu telah tiada akan tetapi atsar dan peninggalan mereka masih tetap ada di dalam hati..."

(Jami' Bayanil 'Ilm wa Fadhlih, 1/68)

Demikian wabillahi at-Taufiiq
✒ Diterjemahkan oleh: Andri Abdul Halim, Lc حفظه الله تعالى

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

------------------------------
Silsilah nasihat ke - 48
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346
JENGGOTAN KAYAK BANDOT, CELANA CINGKRANG KAYAK KEBANJIRAN

✒ Oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A, حفظه الله تعالى

Banyak kalangan yang begitu benci dengan lelaki yang memanjangkan jenggotnya. Bahkan setelah disampaikan bahwa memanjangkan jenggot adalah ajaran Nabi shallallahu alaihi wa sallam, mereka tetap saja dengan darah dingin mencibirkan jenggot, dan memperolok-oloknya. Diantara tuduhan keji yang sering dilontarkan kepada orang yang memanjangkan jenggot ialah : jenggotan kayak bandot (kambing).

Mereka merasa bahwa dengan tuduhan ini, dirinya sebagai orang cerdas lagi berpendidikan, padahal kenyataannya tidak demikian. Ucapannya itu cermin dari kemalasan berpikir, dan sempitnya nalar pikirannya.

Betapa tidak, mereka merasa bahwa orang yang berjenggot menyerupai kambing yang sebagian jenisnya memiliki jenggot atau yang sering disebut dengan kambing bandot. Namun ia lupa bahwa setiap orang mengetahui bahwa hewan yang tidak berjenggot, baik yang halal atau yang haram dimakan kebanyakannya tidak berjenggot.

Yang memendekkan celananya di atas mata kaki dicemooh dengan ucapan: celana cingkrang kayak kebanjiran.

Namun demikian, anehnya kalau yang mengenakan celana cingkrang bahkan separuh betis dan bahkan separuh paha adalah wanita cantik, mata mereka melotot menikmati pemandangannya, sambil bersuit suiiit, seakan mereka lupa pernah mencibirkan pemakai celana cingkrang kayak kebanjiran. Padahal wanita yang mengenakan rok mini lebih pantas untuk dicibirkan : kebanjiran.

Sobat! Fenomena ini membuktikan bahwa cibiran-cibiran semacam di atas sejatinya hanyalah luapan dari sikap menuruti hawa nafsu dan kebodohan.

Andai mereka bertanya dengan santun atau mempelajari dengan benar, niscaya mereka mengetahui bahwa memanjangkan jenggot bagi lelaki adalah wajib. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

“Panjangkanlah jenggotmu dan pendekkanlah kumismu.” (Bukhari dan Muslim)

Dan beliau juga bersabda tentang kewajiban memendekkan pakaian di atas mata kaki bagi kaum pria:

مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ

“Semua pakaian pria yang melebihi kedua mata kaki maka tempatnya di neraka.” (Riwayat Bukhari)

Dishare hari Senin, 21 Rabi'ul Awwal 1436 H / 12 Januari 2014 oleh أُسْتَاذُ Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A حفظه الله تعال

┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈ ┈
Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Etika dan Adab-Adab di Jalanan

Etika dan Adab-Adab di Jalanan 

1. Berjalanlah dengan tenang, tidak cepat maupun lambat. Berjalanlah dengan sikap wajar dan tawadhu, tidak berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau memalingkan wajah dari orang lain karena takabbur. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿١٨﴾

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

2. Memperhatikan hak-hak jalan, sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: “Janganlah kalian duduk-duduk di (tepi) jalanan,” mereka (para sahabat) berkata,”Sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang.” Beliau berkata,”Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berilah hak jalan tersebut,” mereka bertanya,”Apa hak jalan tersebut, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Menundukkan (membatasi) pandangan, tidak mengganggu (menyakiti orang), menjawab salam, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar”. (Al-Bukhari dan Muslim ).

3. Pelihara pandangan mata, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Katakanlah kepada laki-laki beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangan-nya, dan memelihara kemaluannya....” (An-Nur: 30-31)

4. Jangan mengganggu, membuang kotoran atau sisa makanan di jalan-jalan manusia, dan buang air besar atau kecil di situ atau di tempat yang dijadikan tempat mereka berteduh.

5. Singkirkan gangguan dari jalan. Ini merupakan sedekah yang menyebabkan anda bisa masuk surga.

Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Ketika ada seseorang sedang berjalan di suatu jalan, ia menemukan dahan berduri di jalan tersebut, lalu orang itu menyingkirkannya. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya...” Di dalam suatu riwayat disebutkan, “Maka Allah memasukkannya ke Surga.” (Muttafaq ’alaih)

6. Jawablah salam orang yang dikenal ataupun yang tidak dikenal. Ini hukumnya wajib, karena Rasulullah Shollallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Ada lima perkara wajib bagi seorang muslim terhadap saudaranya…” dan di antaranya, “Menjawab salam.” (Muttafaq ‘alaih).

7. Ber’amar ma`ruf dan nahi munkar. Ini juga wajib dilakukan oleh setiap muslim, masing-masing sesuai kemampuannya.

8. Tunjukkan orang yang tersesat (salah jalan), berikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dan tegurlah orang yang berbuat keliru serta membela orang yang teraniaya. Di dalam hadits disebutkan “Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban sedekah...” dan disebutkan di antaranya, “Berbuat adil di antara manusia adalah sedekah, menolong dan membawanya di atas kendaraannya adalah sedekah atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah dan menunjukkan jalan adalah sedekah....” (Muttafaq ‘alaih).

9. Wanita hendaklah berjalan di pinggir jalan. Pada suatu ketika Nabi Shollallahu ‘alahi wa sallam pernah melihat campur baurnya laki-laki dengan wanita di jalanan, maka ia bersabda kepada wanita: “Menepilah kalian, kalian tidak layak memenuhi jalan, hendaklah kalian menelusuri tepi jalan.” (HR. Abu Dawud, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

10. Jangan ngebut bila mengendarai mobil khususnya di jalan-jalan yang ramai dengan pejalan kaki, melapangkan jalan untuk orang lain dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk lewat. Semua itu termasuk tolong-menolong di dalam kebajikan. Aturlah posisi dan jarak, jangan membikin macet jalanan, taati rambu-rambu lalu lintas.

11. Parkirlah kendaraan pada tempatnya dan kuncilah, dan bertawakkalah kepada Allah dengan tawakkal yang sesungguhnya jika meninggalkannya.

Demikian wabillahi at-Taufiiq.
Diringkas dari beberapa sumber.

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

-------------------------
Silsilah nasihat ke - 47
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Diantara jalan menuju surga yang ringan dan mudah

Diantara jalan menuju surga yang ringan dan mudah.

🌴Firman Allah,

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“…Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa …” (QS al-Baqarah: 197)

Jalan menuju surga memang dipenuhi onak dan duri. Akan tetapi sesungguhnya ada banyak amalan-amalan yang mudah dilakukan namun Allah membalasnya dengan ganjaran yang sangat besar. Berikut ini disajikan beberapa amalan yang insya Allah ringan diamalkan namun bisa membawa pelakunya ke surga.

1. Berdzikir Kepada Allah
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan bagi lisan, berat dalam mizan dan dicintai ar-Rahmaan: سبحان الله وبحمده (Maha Suci Allah dan dengan pujian-Nya kami memuji) سبحان الله العظيم (Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Agung).” (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah bersabda, “Saya membaca: سبحان الله والحمد لله وﻻ إله إﻻ الله والله اكبر, sungguh aku lebih cintai daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim no 2695 dan at-Tirmidzi)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda,“Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang dapat menyelamatkannya dari adzab Allah melainkan dzikir kepada Allah.” (HR ath-Thabrani dengan sanad yang hasan dan al-Allamah Ibnu Baz menjadikannya hujjah dalam kitab Tuhfah al-Akhyaar)

2. Meridhai Allah, Islam dan Rasul-Nya.
Rasulullah bersabda,“Tidaklah seorang hamba muslim mengucapkan pada saat dia memasuki waktu pagi dan memasuki waktu petang:
رضيت بالله ربا وبالإسﻻم دينا وبمحمد نبيا
 (aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi-ku)’ sebanyak tiga kali, melainkan merupakan hak bagi Allah untuk meridhainya pada hari kiamat kelak.” (HR Ahmad dan dihasankan oleh al-Allamah Ibnu Baz dalam kitab Tuhfah al-Akhyaar)

3. Menuntut Ilmu Syar’i
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim no 2699)

4. Menahan Marah
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya, niscaya Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan para makhluk sampai Allah memilihkan untuknya bidadari-bidadari yang dia suka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan disepakati oleh Syaikh al-Albani)

5. Membaca Ayat Kursi
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang dapat menghalanginya untuk masuk surga kecuali jika dia mati.” (HR an-Nasaa’i dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Maksudnya adalah jika dia mati, dia akan masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla.

6. Menyingkirkan Gangguan di Jalan
Rasulullah bersabda,“Sungguh aku telah melihat seorang lelaki mondar-mandir di dalam surga dikarenakan sebuah pohon yang dia tebang dari tengah jalan yang selalu mengganggu manusia” (HR. Muslim)

Rasulullah bersabda,“Ada seorang lelaki berjalan melewati ranting pohon yang ada di tengah jalan, lalu dia berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku akan singkirkan ranting ini dari kaum muslimin agar tidak menganggu mereka.’ Maka dia pun dimasukkan ke dalam surga.” (HR Muslim)

7. Membela Kehormatan Saudaranya di Saat Ketidakhadirannya
Rasulullah bersabda,“Barangsiapa membela harga diri saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari api neraka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Dalam hadits lain bersabda,

مَنْ وَقَاهُ اللهُ شَرَّ مَا بَيْنَ لَحيَيْهِ وَ شَرَّ مَا بَيْنَ رِجْلَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang Allah lindungi dari keburukan apa yang ada di antara kedua rahangnya (yaitu mulut) dan keburukan yang ada di antara dua pahanya (yaitu kemaluannya), niscaya dia akan masuk surga.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan disepakati oleh Syaikh al-Albani)

8. Menjauhi Debat Kusir Walaupun Benar.
Sabda Rasulullah,“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR Abu Dawud dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

9. Berwudhu’ Lalu Shalat Dua Raka’at
Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang muslim berwudhu’ lalu dia baguskan wudhu’nya, kemudian dia berdiri shalat dua raka’at dengan menghadapkan hatinya dan wajahnya pada kedua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR Muslim)

10. Pergi Shalat ke Masjid
Rasulullah bersabda, “Berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan untuk menuju masjid, mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang pergi ke masjid atau pulang dari masjid, niscaya Allah akan persiapkan baginya nuzul di dalam surga setiap kali dia pergi dan pulang.” (HR Bukhari dan Muslim)

Rujukan:
-Nayef bin Mamduh Alu Su’ud, 175 Jalan Menuju Surga
-Yusuf bin Abdullah bin Yusuf al-Wabil, Tanda-Tanda hari Kiamat
-almanhaj.or.id

-------------------------
Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Tiga Rukun Ibadah

Tiga Rukun Ibadah 

Manusia diciptakan oleh Allah ta'ala di dunia ini tidak lain adalah untuk mentauhidkan dan beribadah kepadaNya (QS.  Adz-Dzaraiyat: 56)

Dan ibadah bermakna pasrah dan tunduk serta taat kepada Dzat yang di badahi yaitu Allah ta'ala, ibadah secara syar'i juga bermakna "Sebutan yang mencakup seluruh apa-apa yang dicintai dan ridhai oleh Allah ta'ala berupa ucapan dan perbuatan baik yang nampak ataupun yang tersembunyi".

Diantara contoh ibadah adalah: do'a, menyembelih hewan kurban, nadzar, ruku’, sujud, sedekah, al-mahabbah (kecintaan), al-khauf (rasa takut), tawakkal, istighatsah (minta pertolongan di saat kesusahan, isti’adzah (meminta perlindungan), menuntut ilmu dan lain-lainnya.

Yang menjadi pertanyaan: apa yang mendasari dan mendorong anda untuk melakukan ibadah..?

Apakah karena sebatas ikut-ikutan, kebiasaan keluarga, malu dengan tetangga dan teman sejawat ataukah memang benar-benar didasari oleh rasa cinta kepada Dzat yang diibadahi yaitu Allah ta'ala,  takut kepada ancaman-ancamanNya dan mengharap rahmatNya...?

Seharusnya seorang yang beriman ketika ia beribadah kepada Allah Ta'ala benar-benar didasari oleh tiga rukun ibadah berikut ini:


  1. Rasa cinta yang sempurna kepada Dzat yang disembah dan diibadahi yaitu Allah ta'ala. Atau yang disebut dengan "kamalul mahabbah". (Lihat QS. Al-Baqarah: 165)
  2. Mengharap dengan harapan yang sempurna akan rahmat Allah ta'ala sebagai Dzat yang diibadahi tersebut. Atau yg disebut dengan "Kamalur Rajaa". (Lihat QS. Al-Israa': 57)
  3. Takut dengan takut yang sempurna dari Allah ta'ala, takut akan ancaman-ancamanNya dan adzabNya yang pedih. (Lihat QS. Al-Israa': 57)


Dan Allah ta'ala telah mengumpulkan tiga rukun tersebut didalam Ummul Kitab yaitu surat al-Fatihah: 1-4

Ayat pertama terkandung makna Mahabbah (cinta) di mana Allah adalah Dzat yang maha memberi nikmat maka yang memberi nikmat wajib dicintai, dan ayat kedua menunjukkan bahwa Allah memiliki sifat ar-rahmah (kasih sayang) yang kita berharap akan rahmatNya, dan ayat ketiga terkandung makna al khauf (takut) dimana Allah adalah yang merajai hari pembalasan dan perhitungan amal, maka kita takut akan adzabNya..

Sehingga pada ayat berikutnya kita diperintahkan hanya beribadah kepadaNya saja yang memiliki ketiga hal tersebut diatas, kita beribadah dengan berdasarkan cinta kepadaNya, mengharapkan rahmat dariNya, dan takut terhadap adzabNya.

Demikian, wabillahi at-taufiiq
Diringkas dari berbagai sumber

✒ oleh: Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

------------------------------
Silsilah nasihat ke - 46
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Nashihat 45 Buah dan Faidah dari Shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Buah dan Faidah dari Shalawat atas Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Sesungguhnya mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam adalah merupakan bagian dari perintah Allah ta'ala kepada orang-orang yang beriman, sebagaimana firmanNya:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56)

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah dengan penuh penghormatan.”(QS. Al-Ahzab: 56)

Dan ketahuilah bahwa ucapan shalawat seorang hamba atas Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam memiliki banyak faidah dan buahnya yang manfaatnya akan kembali kepada orang yang mengucapkannya, dalam hal ini Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan di dalam kitabnya "Jalaa'ul Afhaam fi Fadhli ash-Shalah was-Salam 'ala Khairil Anam" secara garis besar tentang buah dan faidah dari mengucapkan shalawat atas Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, di antaranya adalah:

1. Mengucapkan shalawat adalah termasuk bentuk ketaatan dan pelaksanaan dari perintah Allah Azza wajalla.

2. Merupakan sebab akan diperolehnya shalawat (do’a) Allah dan Malaikat kepada kita. (Satu shalawat akan dikembalikan kepadanya 10 shalawat)

3. Merupakan sebab untuk mendapatkan kebaikan, dinaikkan derajat dan penghapus dosa-dosa. (Satu shalawat yang diucapkan dia akan diangkat 10 derajat, dan dicatat 10 kebaikan baginya, serta akan dihapus darinya 10 kesalahan).

4. Diharapkan akan dikabulkannya do’anya jika ia memulai doanya tersebut dengan shalawat.

5. Mendapat Syafa’at beliau shallallahu alaihi wasallam pada hari kiamat.

6. Merupakan sebab untuk mendapatkan kedekatan dengan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada hari kiamat.

7. Sebab diampuninya dosa dan pengusir kegundahan.

8. Shalawat dapat menempati kedudukan shadaqah jika ia dalam keadaan sempit dan miskin.

9. Sebab untuk mendapatkan majelis yang baik (berkah).

10. Menghindarkan sifat bakhil pada diri orang yang bershalawat.

11. Sebab untuk melanggengkan dan meningkatkan cinta kita kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.

12. Terkandung di dalamnya bentuk syukur, dan pengakuan terhadap nikmat Allah.

13. Merupakan sebab untuk mendapatkan keberkahan bagi jiwa, umur dan amalannya serta sebab kebaikannya.

14. Shalawat dapat menyebabkan kelanggengan dan bertambahnya dan berlipat-lipatnya cinta seseorang kepada Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam, dan juga diperolehnya kecintaan beliau bagi hamba tersebut.

15. Dan shalawat atas Nabi juga dapat menyebabkan diberikannya hidayah oleh Allah ta'ala dan hidupnya hati seorang hamba. (Jalaa'ul Afhaam hal. 359-366, versi pdf)

Demikian, wabillahi at-taufiiq.

✒ Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

---------------------------------
Silsilah nasihat ke - 45
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Tanya Jawab Tentang Taqdir

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum. Afwan, mau tanya. Apakah takdir bisa berubah dengan banyak berdoa?

Jawaban:

Pertanyaan semisal pernah diajukan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dengan redaksi, “Apakah doa memiliki pengaruh mengubah apa yang ditetapkan Allah kepada manusia sebelum terjadi?”

Maka beliau menjawab, “Tidak diragukan lagi, bahwa doa memiliki pengaruh untuk mengubah apa yang telah ditetapkan Allah. Akan tetapi, perubahan karena sebab doa itu pun sebenarnya telah ditetapkan Allah sebelumnya. Janganlah engkau mengira bahwa apabila engkau telah berdoa, berarti engkau meminta sesuatu yang belum ditetapkan. Akan tetapi, doa yang engkau panjatkan itu hakikatnya telah ditetapkan dan apa yang terjadi karena doa tersebut juga telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, terkadang kita menjumpai seseorang yang mendoakan kesembuhan untuk  orang sakit, kemudian sembuh. Dan juga kisah sekelompok sahabat yang diutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam singgah bertamu di suatu kaum, tetapi kaum tersebut tidak mau menjamu mereka. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menakdirkan seekor ular menyengat pemimpin mereka. Lalu mereka mencari orang yang bisa membaca doa kepadanya agar sembuh. Kemudian para sahabat mengajukan persyaratan upah tertentu untuk membacakan doa kesembuhan kepadanya. Kemudian mereka (kaum) memberikan sepotong kambing, maka berangkatlah salah seorang dari sahabat untuk membacakan al-Fatihah untuknya. Maka, hilanglah racun tersebut seperti unta terlepas dari ikatannya. Maka, bacaan doa tersebut berpengaruh menyembuhkan orang yang sakit.

Dengan demikian, doa memiliki pengaruh, namun tidak mengubah ketetapan Allah. Akan tetapi kesembuhan tersebut telah tertulis dengan lantaran doa yang juga telah tertulis. Segala sesuatu terjadi karena ketentuan Allah, begitu juga segala sebab memiliki pengaruh terhadap musabbab (akibat)-nya dengan kehendak Allah. Semua sebab telah tertulis dan semua hal yang terjadi karena sebab itu juga telah tertulis.” (Lihat Majmu Fatawa wa Rasa’il Ibnu Utsaimin, 2/71).

Sumber: Majalah Al Mawaddah, Vol. 34/Ramadhan-Syawwal 1431 H
Dipublikasikan oleh www.KonsultasiSyariah.com dengan pengubahan tata bahasa seperlunya oleh tim redaksi.

------------------------------
Repost: WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Nashihat 44 Hukum Meninggalkan Shalat dengan Sengaja

Hukum Meninggalkan Shalat dengan Sengaja

Syaikh  Abdul Aziz bin Baz rahimahullah ditanya:

Kakak saya tidak melaksanakan shalat, apakah saya boleh berhubungan dengannya atau tidak...? Perlu diketahui bahwa ia hanyalah kakak saya seayah....

Beliau rahimahullah menjawab:

Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja hukumnya kafir, ini berarti ia telah melakukan kekufuran yang besar menurut pendapat yang paling benar di antara dua pendapat ulama, yang demikian ini jika orang tersebut mengakui kewajiban tersebut. Jika ia tidak mengakui kewajiban tersebut, maka ia kafir menurut seluruh ahlul ilmi, demikian berdasarkan beberapa sabda Nabi صلی الله عليه وسلم:

"Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad." (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/231), at-Tirmidzi, kitab al-Imam (2616), Ibnu Majah, kitab al-Fitan (3973) dengan isnad shahih).

"Sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (Dikeluarkan oleh Muslim dalam kitab Shahihnya, kitab al-Iman (82).

"Perjanjian (pembatas) antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir." (Dikeluarkan oleh Imam Ahmad (5/346) dan para penyusun kitab Sunan dengan isnad shahih, at-Tirmidzi, kitab al-Iman (2621), An-Nasa'i, kitab ash-Shalah (1/232), Ibnu Majah, kitab Iqamatus Shalah (1079)).

Karena orang yang mengingkari kewajiban shalat berarti ia mendustakan Allah dan RasulNya serta ijma' ahlul ilmi wal iman, maka kekufurannya lebih besar daripada yang meninggalkannya karena meremehkan.

Untuk kedua kondisi tersebut, wajib atas para penguasa kaum Muslimin untuk menyuruh bertaubat kepada orang yang meninggalkan shalat, jika enggan maka harus dibunuh, hal ini berdasarkan dalil-dalil yang menunjukkan hal ini.

Selain itu, selama masa diperintahkan untuk bertaubat, harus mengasingkan orang yang meninggalkan shalat dan tidak berhubungan dengannya serta tidak memenuhi undangannya sampai ia bertaubat kepada Allah dari perbuatannya, namun di samping itu harus tetap menasehatinya dan mengajaknya kepada kebenaran serta memperingatkannya terhadap akibat-akibat buruk karena meninggalkan shalat baik dia dunia maupun diakhirat kelak, dengan demikian diharapkan ia mau bertaubat sehingga Allah menerima taubatnya.

Demikian, wabillahi at-taufiiq.

Rujukan:
Kitab ad-Da'wah, halman 93. Ibnu Baz.
Disalin dari buku Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1, hal 185-186, penerbit Darul Haq.

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

--------------------------------------
Silsilah nasihat ke - 44
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Nashihat 43 Ancaman Bagi Orang yang Menyelisihi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan tidak Mengikuti Petunjuknya

Ancaman Bagi Orang yang Menyelisihi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan tidak Mengikuti Petunjuknya

Kewajiban bagi seorang yang beriman ketika mendengar kebenaran yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya, ataupun penjelasan para ulama kaum muslimin tentang kebenaran berdasarkan dalil-dalilnya yang shahih adalah (sami'na wa atha'na) kami mendengar dan kami taat, maka jika ia menyelisihi kebenaran tersebut dan tidak mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka sungguh ancamannya sangat berat, yaitu:
🔴 Ia akan dibiarkan dalam kesesatan yang dia lakukan terus menerus
🔴 Dan akan di masukkan kedalam neraka Jahannam, yang merupakan seburuk-buruk tempat kembali... wal iyadzubillah..

Sebagaimana firman Allah ta'ala:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

"Dan siapa yang menentang Rasul (Muhammad shallallahu alaihi wasallam) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan kami masukkan dia ke dalam neraka Jahannam, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali". (QS.  An-Nisaa: 115)

Maka berhati-hatilah terhaadap amalan yang seolah-olah baik (menurut pandangan sebagian manusia) akan tetapi sebenarnya menyelisihi petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Dikabarkan seorang ulama besar dikalangan Tabi’in bernama Sa’id bin al-Musayyib rahimahullah bahwa:

Dia melihat seorang laki-laki menunaikan shalat setelah fajar lebih dari dua raka’at, ia memanjangkan rukuk dan sujudnya. Akhirnya Sa’id bin Musayyib pun melarangnya. Orang itu berkata, “Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan menyiksaku dengan sebab shalat ?” Beliau menjawab, “Tidak, akan tetapi Allah akan menyiksamu karena menyelisihi As-Sunnah (petunjuk Rasulullah shallallahu alaihi wasallam).” (Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Sunanul Kubra, II/466)

Demikian, mudah-mudahan Allah ta'ala senantiasa memberikan petunjuk dan taufiqNya kepada kita untuk mendengar kebenaran kemudian mengikuti dan mengamalkannya...

✒ Andri Abdul Halim, Lc حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

--------------------------------
Silsilah nasihat ke - 43
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Nashihat 42 Hikmah dan Faidah Kisah di dalam Al-Qur'an

Hikmah dan Faidah Kisah di dalam Al-Qur'an

Kisah-kisah yang terdapat di dalam Al-Qur'an adalah kisah yang paling benar, karena memang sesuai dengan apa yang terjadi dalam kenyataan, Allah berfirman:

 وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ حَدِيثًا ﴿٨٧﴾

"Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah..?" ( QS. An Nisa: 87 )

Demikian pula kisah yang terdapat dalam Al-Qur'an adalah kisah yang paling baik (lihat QS. Yusuf: 3) dan paling bermanfaat (lihat QS. Yusuf: 111).

Dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menyebutkan di dalam kitabnya 'Ushuln Fi At-Tafsiir' beberapa hikmah dari kisah-kisah yang terdapat di dalam Al-Qur'an,  diantaranya adalah:

  1. Penjelasan akan hikmah Allah ta'ala dari apa-apa yang terkandung di dalam kisah-kisah tersebut. (lihat surat Al-Qamar: 4-5)
  2. Penjelasan tentang keadilan Allah ta'ala dengan hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang mendustakan kebenaran. (lihat surat Huud: 101)
  3. Penjelasan tentang keutamaan dan karunia Allah ta'ala dengan memberikan pahala kebaikan kepada orang-orang yang beriman. (lihat surat Al-Qamar: 34-35)
  4. Hiburan bagi Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan ditimpakannya adzab dan hukuman kepada orang-orang yang mendustakannya. (lihat surat Fathir: 25-26)
  5. Motivasi dan dorongan bagi kaum mukminin agar memperkokoh dan menambah imannya dan teguh diatasnya, ketika mereka mengetahui orang-orang yang beriman sebelum mereka yang mendapatkan kemenangan, serta pertolongan dari Allah ta'ala kepada mereka yang diperintahkan untuk berjihad di jalan Allah. (lihat surat Al-Anbiya': 88, dan Ar-Ruum: 47)
  6. Peringatan bagi orang-orang kafir agar mereka tidak terus menerus dalam kekufuran mereka. (lihat surat Muhammad: 10)
  7. Penetapan akan kebenaran risalah kenabian Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau adalah Nabi dan RasulNya yang diutus, dan juga berita-berita tentang ummat-ummat terdahulu yang tidak seorang mengetahuinya kecuali Allah azza wajalla. (lihat surat Ibrahim: 9)


Demikian wabillahi at-Taufiiq.

✒ Abu Thalhah Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله تعالى

⏩ Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

---------------------------
Silsilah nasihat ke - 42
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346

Nashihat 41 Sudahkah anda merasakan Buah Keimanan..?

Sudahkah anda merasakan Buah Keimanan..?

Jika anda belum mengenal dan belum merasakan buah keimanan maka kenalilah apa saja yang merupakan buah keimanan itu, dalam hal ini seorang anggota Rabithah Ulama al-Muslimin Syaikh DR. Muhammad Al-Habdaan حفظه الله تعالى  menyebutkan beberapa buah keimanan yang dapat di rasakan oleh seorang hamba, yaitu:


  1. Ia akan mendapatkan kehidupan yang baik
  2. Mendapatkan penjagaan dari Allah ta'ala kepada mereka
  3. Dikaruniakan kepadanya keturunan yang baik
  4. Allah akan luaskan rezeqinya
  5. Memperoleh kecintaan dan keridhaan Allah azza wajalla
  6. Senantiasa akan mendapatkan keamanan di Dunia dan di Akhirat
  7. Akan dapat merasakan lezatnya ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala


Maka mari kuatkan dan kokohkan iman kita dengan memperbanyak ketaatan kepada Allah ta'ala, niscaya kita akan merasakan buahnya...

Demikian,  wabillahi at-taufiiq.

Oleh: Andri Abdul Halim, Lc. حفظه الله

Sebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya.

----------------------------
Silsilah nasihat ke - 41
WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo
Ikuti di no: +966509273346