Selasa, 20 Januari 2015

Jodoh Hadits 3

Syarah Hadits ke-3
Oleh Ustadz Arif Fathul Ulum, LC

بسم اللّه. الْحَمْدَ لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا. أما بعد.

قَدْ قَالَ رسول الله صلّى اللّه عليه وسلّم  اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Jagalah diri kalian dari neraka walaupun hanya dengan seserpih kurma.

Ini hadits yang shahih, yang agung yang datang dari Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم, yang mana Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menyatakan:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَة

Bertakwalah kalian Allah, jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan seserpih kurma.

Yang hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari Muslim dalam kedua Shahihnya, yang kemudian juga dalam riwayat dari keduanya (yaitu Al Imam Bukhari dalam Shahihnya, yang lebih lengkap, bahwasanya Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ اللَّهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تُرْجُمَانٌ فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Tidak ada seorangpun dari kalian melainkan akan diajak bicara oleh Rabbnya, tidak ada antara dia dan Allah penerjemah langsung, maka kemudian dia melihat ke arah kanannya, ternyata dia tidak melihat kecuali apa yang telah dia amalkan di dunia. Dan dia melihat sebelah kirinya tidaklah dia melihat kecuali apa yang telah diamalkan di dunia. Kemudian dia melihat dihadapannya ternyata tidak melihat kecuali neraka yang berada dihadapannya. Maka hendaknya kalian menjaga diri dari api neraka dengan walaupun bershadaqah dengan seserpih kurma. Siapa yang tidak mendapati itu maka dengan kalimat yang baik.

Ini hadits yang agung yang menjelaskan tentang keutamaan dari shadaqah meskipun shadaqah ini sangat sedikit sekali. Meskipun Rasulullah menyatakan walaupun hanya dengan seserpih kurma بِشِقِّ تَمْرَة, yang شِق ini disebutkan dalam Kitab AnNihayah fii Ghaaribil Hadits ay nishfu tamrah (separuh dari kurma), atau disebutkan lebih sedikit dari itu, hanya seserpih kurma. Ketika seseorang bershadaqah, maka shadaqah ini akan menyelamatkan dia dari neraka.

Dan di antara hadits yang lain yang menyebutkan keutamaan dari shadaqah bahwasanya Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

إِنَّ الصَّدَقَةَ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

Sesungguhnya shadaqah akan mematikan dari kesalahan sebagaimana api dimatikan oleh air.

Sebagaimana air mematikan api demikian juga shadaqah akan mematikan api neraka dengan sebab shadaqah tersebut.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, maka disini hadits yang agung yang menunjukkan kepada kita sebuah perkara yang penting sekali yaitu agar kita selamat dari neraka yang begitu berbahaya, yang begitu mengerikan, yang tidak pernah seorang bisa membayangkan betapa ngerinya neraka. Yang Adzab neraka yang teringan, yang paling ringan yaitu adzab Abu Thalib ketika seorang meletakkan kakinya di api neraka maka langsung mendidih otaknya. Ini adzab yang paling ringan. Ini menunjukkan tentang bagaimana ngerinya api neraka, yang wajib atas kita semua untuk berlindung kepada Allah dari neraka, berlindung diri kita dari neraka. Dan Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم memberikan jalan yang mudah, yang tidak sulit, dalam hadits ini bahwasanya dengan cara seseorang bershadaqah walaupun sangat sedikit sekali akan bisa melindungi dirinya dari api neraka. Rasulullah bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ

Jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan seserpih kurma.

Ini akan bermanfaat, yang ini menunjukkan bahwasanya seseorang tidak boleh meremehkan shadaqah meskipun sedikit karena shadaqah ini akan bisa melindungi pelakunya dari api neraka.

Hadits ini juga menunjukkan tentang rahmat Allah yang agung yang sangat luas kepada hambaNya yang Allah berikan kemudahan kepada pata hambaNya untuk melindungi dari neraka yaitu dengan bershadaqah, yang shadaqah ini tidak dihitung dinilai dengan besarnya tapi bagaimana dia beri'tikad beribadah kepada Allah dan ikhlash yang akan dinilai oleh Allah سبحانه وتعالى meskipun sedikit maka akan dinilai oleh Allah dan disebutkan oleh Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم akan bisa melindungi pelakunya dari api neraka.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, dan dinyatakan oleh Syaikh Abdul Muhsin Al'Abbad AlBadr حفظه اللّه bahwa:

أَلصَّدَقَةُ مِنْ أَسْبَابِ السّلاَمَةِ مِنَ الْعَذَابِ وَ السُّوْءِ

Bahwa shadaqah diantara sebab-sebab keselamatan dari adzab dan kejelekan-kejelekan.

Sesuai dengan lafal hadits ini yang Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menyatakan: Jagalah diri kalian, lindungilah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan bershadaqah dengan seserpih kurma.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, ini adalah hadits yang agung yang selayaknya kita tidak menyia-nyiakan dari kesempatan ini, yaitu melindungi diri kita dari api neraka dengan shadaqah walaupun sedikit, yang dibarengi ikhlash Allah سبحانه وتعالى dengan niat semata kepada Allah, bukan untuk dilihat oleh manusia. Ini yang akan bisa melindungi kita dari api neraka. Akan menjaga kita dari api neraka yang begitu ngeri adzabnya.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, semoga Allah سبحانه وتعالى selalu memberikan taufiq kepada kita untuk bisa melaksanakan petunjuk kebaikan.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk yang bershadaqah kepada Allah سبحانه وتعالى walaupun hanya dengan sedikit, yang semoga Allah menerima seluruh amal kita.

بارك الله فيكم.

الحمد لله رب العالمين.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته.
https://www.dropbox.com/s/qvkegatilfhp6en/Hadits%20ke%203.aac?dl=0

Jodoh Hadits 2

Syarah Hadits ke-2
Oleh Ustadz Arif Fathul 'Ulum, LC

بسم اللّه. الْحَمْدَ لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا. أما بعد.

قَدْ قَالَ نَبِيُّ صلّى اللّه عليه وسلّم الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ

Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda: Do'a adalah ibadah.

Ini hadits yang shahih yang datang dari Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم, bahwasanya do'a adalah ibadah, yang ini mirip sekali dengan sabda Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم yang lain seperti:

اَلْحَجُّ عَرَفَةٌ

Haji adalah wukuf di 'Arofah.

Yang ini seakan-akan hashr yaitu membatasi bahwa ibadah ini terkumpul dalam do'a. Atau juga ditunjukkan bahwasanya menunjukkan pentingnya dari do'a ini yang merupakan ibadah kepada Allah سبحانه وتعالى. Yang ini sesuai dengan firman Allah سبحانه وتعالى:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan berkata Rab kalian: Berdo'alah kalian kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan kepada kalian. Sesungguhnya orang-orang yang mereka sombong dari beribadah kepadaKu, mereka akan masuk ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina. (AlGhafir: 60)

Disini Allah menyatakan bahwa do'a adalah ibadah karena pada awalnya Allah memerintahkan  agar setiap mu'min dia berdo'a.  Agar kaum mu'minin berdo'a kepada Allah سبحانه وتعالى kemudian Dia menyatakan: Barangsiapa yang sombong dari beribadah (do'a ini) maka akan masuk ke neraka Jahannam dalam keadaan hina. Yang ini menunjukkan bahwa do'a bagian dari ibadah.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Shalih Muhammad Al'Utsaimin dan yang lainnya bahwa maksud الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَة adalah do'a adalah ibadah.

Kemudian juga hadits ini menunjukkan ketika seorang  berdo'a kepada Allah سبحانه وتعالى berarti dia telah beribadah kepada Allah سبحانه وتعالى. Karena ketika seorang menyeru, meminta mohon, berdo'a kepada Allah maka dia telah mengakui kesempurnaan Allah سبحانه وتعالى, maka Allah adalah Maha Mengabulkan do'anya, Allah Maha Sempurna sehingga dia butuh kepada Allah سبحانه وتعالى dan Allah mampu akan mengabulkan do'anya, Allah mampu atas segala sesuatu. Dan bahwasanya Dia suka diberi oleh Allah سبحانه وتعالى. Ini menunjukkan bahwa dia berharap kepada Allah سبحانه وتعالى, yang ini menunjukkan ketika seorang berdo'a maka pada hakikatnya dia mengakui 'ubudiyyah dia kepada Allah سبحانه وتعالى. Yang ini adalah hakikat dari ibadah karena itulah maka Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم menyatakan bahwa do'a adalah ibadah.

Dan ketika dinyatakan do'a adalah ibadah maka juga terkumpul dalam syarat terkabulnya do'a, dalam syarat sebagaimana syarat yang disyaratkan dalam setiap ibadah yaitu wajibnya ikhlash kepada Allah سبحانه وتعالى dan wajibnya mengikuti sunnah Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم karena ketika seorang tidak mengikhlaskan ibadah kepada Allah semata, tidak diterima ibadahnya, ketika dia tujukan kepada selain Allah dari makhluq, atau dia berharap pujian manusia maka dia tidak jadi ikhlash. Jadi do'a wajib hanya kepada Allah, ditujukan hanya kepada Allah, tidak boleh seorang berdo'a kepada orang yang sudah mati atau kepada kuburan atau kepada pohon keramat atau pada wali atau pada malaikat atau Nabi, yang semuanya tidak diperbolehkan oleh Allah سبحانه وتعالى karena do'a adalah ibadah yang wajib diberikan semata kepada Allah سبحانه وتعالى.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, maka hadits ini hadits yang agung menyatakan kepada kita tentang agungnya do'a yaitu termasuk bagian dari ibadah atau termasuk bagian dari ibadah yang sepantasnya ditujukan kepada Allah سبحانه وتعالى sebagaimana ketika kita takut hanya kepada Allah, berharap kepada Allah, bertaqwa hanya kepada Allah, istighatsah hanya kepada Allah, isti'anah hanya kepada Allah, makik hendaknya kita juga berdo'a semata hanya kepada Allah سبحانه وتعالى.

Kemudian juga hadits ini menunjukkan kepada kita tentang wajibnya seorang berdo'a kepada Allah سبحانه وتعالى semata, sebagaimana perintah Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم dalam hadits yang lain yang mewajibkan seorang berdo'a kepada Allah سبحانه وتعالى daripada yang lainnya, meminta kepada Allah, bukan kepada yang lainnya. Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

Jika engkau meminta maka mintalah kepada Allah dan jika engkau meminta tolong kepada Allah maka minta tolonglah kepada Allah سبحانه وتعالى.

Bahkan ini merupakan pernyataan janji setiap mu'min dalam setiap raka'at shalatnya, yang dia membaca surat Alfatihah didalamnya ada kalimat:

إِيَّاكَ نَعْبُد وَإِيَّاكَ نَسْتَعِين

Hanya kepada Engkaulah kami beribadah, hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

Dan ini juga berjanji kepada Allah untuk senantiasa beribadah kepada Allah dan termasuk ibadah adalah do'a yang wajib hanya ditujukan  kepada Allah سبحانه وتعالى.

Kaum mu'minin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita termasuk orang-orang yang berdo'a kepada Allah semata dan semoga kita termasuk orang yang dikabulkan do'a kita oleh Allah سبحانه وتعالى.

Dan semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita orang yang selalu mendekatkan diri padaNya dalam do'a dan ibadah yang Iain.

و آخر دعونا، الحمد لله رب العالمين.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته.

https://www.dropbox.com/s/8pnwi3pato2j1a8/Hadits%20ke%202.aac?dl=0

Jodoh Hadits 1

Syarah Hadits ke-1
Oleh Ustadz Arif Fathul 'Ulum, LC

بسم اللّه. الْحَمْدَ لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و أصحابه ومن واله و سلم تسليما كثيرا. أما بعد.

قَدْ قَالَ النَّبِيُّ صلّى اللّه عليه وسلّم اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda: Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun kau berada dan iringilah kejelekan dengan kebaikan agar kebaikan menghapus kejelekan tersebut. Dan pergauilah manusia dengan akhlaq yang baik. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi di dalam Jaami'nya kemudian beliau mengatakan hadits ini hadits yang hasan yang juga dinyatakan shahih oleh para ulama yang lain. Dan dihasankan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' AshShaghiir.

Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda: bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun kau berada.  Dan taqwa artinya adalah:

اَلتَّقْوَى إِتَّخَاذُ وِقَايَة مِنْ عَذَابِ الله

Dari kata (mengambil dari) wiqoyah (perlindungan) dari adzab Allah dengan melaksanakan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى dan menjauhi larangan-laranganNya. Inilah taqwa yang merupakan definisi yang terfokus, sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama semisal Syaikh 'Utsaimin dan yang lainnya.

Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda: Bertaqwalah engkau dimanapun kau berada, yaitu dimanapun engkau berada maka engkau hendaknya bertaqwa kepada Allah, entah dilihat oleh manusia atau tidak dilihat oleh manusia maka sesungguhnya Allah selalu melihatmu dimanapun kau berada sehingga engkau bertaqwa kepadaNya.

Kemudian Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda: Dan iringilah kejelekan dengan kebaikan yaitu hendaknya setelah melakukan kejelekan segera melakukan kebaikan yang dengan melakukan kebaikan ini semoga kejelekan yang sebelumnya bisa terhapus.

Dan disebutkan diantara kebaikan setelah kejelekan adalah bertaubat kepada Allah سبحانه وتعالى karena taubat adalah kebaikan bahkan tidak ada kebaikan yang bisa menghapus seluruh kejelekan kecuali taubat. Tamhuhaa, yaitu bahwa kebaikan akan menghapus kejelekan, yang Allah سبحانه وتعالى berfirman di dalam AlQur'an:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan menghilangkan kejelekan-kejelekan. (Hud 114)

Ini menunjukkan perintah Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم ketika seseorang melakukan kejelekan segera dia melakukan kebaikan, dan diantara kebaikan setelah melakukan kejelekan yang paling utama adalah bertaubat kepada Allah سبحانه وتعالى.  Dan juga secara umum seluruh kebaikan-kebaikan akan menghapus kejelekan-kejelekan sebelumnya sebagaimana dalam hadits ini dan juga dalam firman Allah سبحانه وتعالى:

إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَات

Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan kejelekan-kejelekan.

Hadits ini hadits yang agung yang Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم begitu sangat, dari semangat beliau untuk mengarahkan umatnya kepada kebaikan dan juga kepada perkara yang mashlahat yang baik bagi mereka.

Kemudian dari sini menunjukkan wajibnya perkara taqwa kepada Allah عزّوجلّ dimanapun berada. Kondisi sendiri maupun ditengah orang banyak dalam kondisi sembunyi maupun terang-terangan, yang mana Nabi صلّى اللّه عليه وسلّم bersabda:

اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْت

Bertaqwalah engkau kepada Allah dimanapun engkau berada.

Kemudian hadits ini juga menunjukkan bahwa ketika seorang melakukan kebaikan setelah melakukan kejelekan maka kebaikan adalah akan menghapus kejelekan tersebut.

Dan ada kebaikan yang bisa menghapus kejelekan secara keseluruhan, yaitu taubat. Yang taubat akan menghapus kejelekan yang sebelumnya. Jika saya bertaubat dengan taubat yang nashuha, taubat yang sebenarnya, taubat yang terpenuhi syarat-syaratnya yaitu ikhlash kepada Allah سبحانه وتعالى kemudian dia segera meninggalkan kemaksiatan tersebut kemudian dia berazzam (berniat sungguh-sunggguh) untuk tidak mengulang dari perbuatannya, dan kalau berhubungan dengan hak manusia dia mengembalikan hak tersebut dan waktu taubat sebelum ditutup yaitu sebelum nyawa di tenggorokan atau sebelum matahari terbit dari barat, maka taubatnya akan menghapus seluruh kejelekan yang dilakukan sebelumnya.

Maka disebutkan bahwa:

اَلتَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ

Seorang yang bertaubat dari dosa seakan-akan dia tidak berdosa.

Adapun jika kebaikan ini bukan taubat yaitu amalan kebaikan yang lainnya, maka disebutkan oleh Syaikh Muhammad Al'Utsaimin bahwa ini dengan muwazanah, yaitu ketika kebaikan ini bisa mengalahkan kejelekan maka hilang dari atsar atau pengaruh kejelekan tersebut.

Kemudian hadits ini juga Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم memerintahkan agar setiap muslim mempergauli manusia dengan akhlaq yang baik, dengan akhlaq yang mulia, yaitu dengan ucapan yang baik dan dengan perbuatan yang baik.

Dan perintah untuk bermuamalah kepada manusia dengan akhlaq yang mulia bisa hukumnya wajib, bisa hukumnya istishab. Yang wajib adalah ketika seseorang melakukan hal-hal yang hendaknya diwajibkan atas dirinya, yaitu wajib berlaku jujur, wajibnya dia  berupaya untuk menghindari kebohongan, kedustaan, wajibnya dia amanah dan hukumnya adalah wajib.

Kemudian juga ini bisa mustahab, bisa hukumnya sunnah ketika seorang lebih utama melakukannya, meskipun dia tidak berdosa ketika melakukannya, ketika meninggalkan lebih utama kemudian melaksanakan yang utama.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah سبحانه وتعالى, demikianlah didalam hadits yang agung ini, Rasulullah صلّى اللّه عليه وسلّم mengumpulkan beberapa hal yang sangat bermanfaat bagi kita semua;

Yang pertama adalah bertaqwa kepada Allah dimanapun kita berada, yang dengan taqwa inilah akan mendapatkan seluruh kebaikan, karena dengan taqwa akan mendapatkan seluruh yang diinginkan dari apa yang diharapkan dari kebaikan atau apa yang ditakuti dari kejelekan.

Kemudian juga hendaknya kita segera melakukan kebaikan setelah melakukan kejelekan, bertaubat dan juga dalam melakukan kebaikan yang lain.

Dan juga hendaknya kita mempergauli manusia dengan akhlaq yang mulia.

Inilah yang akan membawa kebaikan bagi kita semua dan semoga Allah سبحانه وتعالى menjadikan kita orang-orang yang bertaqwa kepada Allah سبحانه وتعالى, yang selalu segera bertaubat kepada Allah dan yang selalu berbuat kebaikan. Kemudian juga bisa mempergauli manusia dengan baik sesuai dengan perintah dari Allah dan RasulNya.

Akhirul kalam, wabillaahit taufiq wal hidayah.

و آخر دعونا، الحمد لله رب العالمين.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته.

https://www.dropbox.com/s/urz0npcq1vwjr61/Hadits%20ke%201.aac?dl=0